|
(dikutip dari buah pikiran Ust. Didin Hafidudin)
Disini ada empat hal
yang menjadi sasaran syetan dalam menggoda manusia, sebagaimana `diuraikan
dalam tafsir Athabari, yaitu: pertama, yang dimaksud dengan min baini aidihim
(dari muka) adalah bahwa syetan menggoda manusia dalam soal-soal yang berkaitan
dengan akhirat. Setan menggoda manusia supaya manusia ragu bahwa hari akhirat
itu pasti terjadi dan semua manusia kan mendapatkan balasan dari setiap amal
perbuatannya. Tidak hanya ragu, setan pun mendorong ketidakpercayaan akan
urusan akhirat : mengenai alam kubur, alam masyar mizan, hisab, surga dan
neraka. Akibatnya manusia tidak punya persiapan untuk menghadapi akhirat.
Ibadahnya (kalaupun itu dilakukan) asal-asalan
yang penting sekedar untuk di dunia ini dan sekedar untuk urusan
pribadinya. Sesuatu yang berkaitan dengan urusan agama, dengan urusan ummat, ia
kesampingkan begitu rupa
Kedua, wa min khalfihim
(dari belakang mereka). Maksudnya bahwa setan menggoda manusia agar manusia
terlena dengan kehidupan dunia. Mereka menjadikan dunia sebagai tujuan.
Pendeknya menjadikan segala macam fasilitas dunia ini sebagai tujuan hidupnya.
Kalau manusia sudah menjadikan dunia sebagai tujuan, maka biasanya dia akan
menghalalkan segala cara
Oleh karena itu Allah
memberikan gambaran kepada manusia setelah menjelaskan bagaimana godaan setan
itu. Pada ayat 122 surat annisa ini Aallah menegaskan bahwa kehidupan di dunia
dan di akhirat , keselamatan, kebahagaiaan, dan kesuksesan ditentukan oleh dua
hal. Yaitu: wal-ladzina amanu wa’amilus- shalihat, orang-orang yang beriman dan
beramal shaleh. Imam Hasan Basri mngungkapkan: bukanlah iman itu sekedar kinginan, kayalan dan pengakuan
semata, tetapi yang dikatakan imam itu sesuatu
yang terhunjam kuat dalam batin kita dan dibenarkan dengan amal perbuatan. Jadi, amal perbuatan mmerupakan barometer kuat tidaknya
seseorang. Dan itu
hanya bisa dilihat melalui amal perbuatan sehari-hari.
Jadi, istilah amal shaleh bukan diartikan sebagai
perbuatan baik seperti yang kita pahami sekarang ini, tetapi amal shaleh adalah
amal perbuatan yang dilandasi iman. Suatu perbuatan bisa dikatakan amal shaleh
apabila dilandasi oleh beberapa persaratan. Pertama niat yang ikhlas karena
Allah. Suatu perbuatan kalaupun kelihatan baik tetapi tidak dilandasi denga
keikhlasan karena Allah, maka itu tidak dikatakan amal shaleh., dan niat niat
yang ikhlas ini hanya akan dimiliki orang-orang yang beriman. Dan yang kedua
amal itui bisa dikatakan amal shaleh apabila dilakukan dengan sya’riat. Kalau tidak dengan sya’riat maka buka
dikatakan denga amal shaleh. Ketiga, dilakukan dengan penuh kesungguhan.
Keikhlasan seseorang dapat dilihat dari kesungguhan dia dalam melakukan amalnya. Keikhlasan seseoarang dalam beramal tidak bisa di ukur denga materi
yang ia terima.
Jadi, jelaslah bahwa iman dan amal shaleh adalah dua hal
yang tidak bisa dipisahkan ,ada sebuah dialog antara rasulullah dengan para
sahabat, “ yaitu rasulullah, amal perbuatan apa yang paling utama?” kemudian
rasul berkata; “beriman kepada Allah dan rasul.” Dari sini kita bisa lihat
bahwa sahabat bertanya melalui amal dan jawaban rasulullah adalah iman. Jadi
amal yang paling utama adalah iman kepada Allah dan rasul-Nya .
|